Coz we’re in the runaway…leaving all the dreams behind..On our stupid plane…flying like a hurricane…Coz we’re in the runaway…tried to make a different style…turn the world a smile…a better place to shine…
Ada sepenggal rasa lega, setelah gw tuntasin menulis lirik lagu ini. Sejak pertama denger embryo-nya dari si Ryan BEX, nggak tau kenapa pikiran gw langsung terlempar ke tengah temen-temen gw di gudang Sunter, yang kerja di produksi. Ngebayangin saat itu mereka pasti lagi tidur pulas, nyiapin tenaga buat besok kerja keras lagi.
Runaway…sebuah kata yang sarat makna. Seperti sebuah pedang tajam, yang bisa berguna atau malah membunuh. Tergantung si pemegangnya mau digunakan untuk apa. Begitu juga dengan Runaway…bisa jadi satu langkah untuk pelarian…atau malah satu semangat baru untuk berkembang, menghancurkan batas ketidak percayaan diri untuk mengejar mimpi.
Anak-anak gudang Sunter butuh sesuatu untuk Runaway. Tapi, lebih dari itu, mereka jauh lebih butuh mental Runaway untuk bisa survive. Kondisi kerjaan yang nggak bisa dipastikan lanjut atau tidak, pendapatan yang cuma sekedar cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari (ada juga sih beberapa yang cukup smart untuk bisa nabung..hehehe…), membuat mereka harus tetap menjada mental Runaway mereka setiap detik, di setiap helaan nafas pada saat mereka mengerjakan pekerjaan kasar mereka.
Runaway….kayaknya gw juga butuh Runaway…dengan kondisi yang mungkin beda banget sama apa yang dihadapin temen-temen gw di Gudang Sunter. Politik kantor, taktik licik, dan seabrek kebusukan lainnya yang masih mungkin bisa di temukan di kantor pusat pada umumnya. Runaway…yaa….Runaway…tapi mo kemana ?
Mungkin, untuk hal satu ini, gw harus belajar sama temen-temen gw di Gudang Sunter, gimana cara merubah ‘kebutuhan’ Runaway menjadi sebuah mentalitas dan semangat hidup, seperti yang sudah mereka miliki sekarang.
Hidup nggak pernah datar (kecuali kalo kita pingsan or tidur). Dan gw kayaknya malah mencoba bersembunyi di balik Runaway, untuk semua tantangan hidup yang gw hadapin di sini…di kantor pusat. Tapi buat temen-temen gw di Gudang Sunter…para pekerja produksi itu… mereka malah masih bisa senyum tiap kali harus ngerjain kerjaan-kerjaan yang sangat-sangat menmbosankan, di atas dasar mental Runaway mereka yang tinggi.
Mereka masih mampu untuk tetap mempertahankan impian mereka, mencoba untuk pelan-pelan membangun ‘pesawat-pesawat’ yang akan menerbangkan mereka meraih impian. (Meskipun banyak gw denger comoohan orang yang bilang ‘pesawat’ mereka itu nggak lebih dari sekedar mimpi di siang bolong…sebuah kebodohan sejati. Mereka nggak marah. Dan..mereka malah ngajak untuk ikut sama-sama ngebangun ‘pesawat’ itu.
Trus…gw dimana ? Cuma jadi penonton, atau mau jadi penumpang yang cuma bisa nambahin berat aja ? Jawabanya ada di setiap tatapan mata tulus mereka, setiap kali gw bercengkrama : “Kami buat ‘pesawatnya’, dan elo yang jadi Pilotnya, Boss..”
Gw cuma meringis….
Ternyata…Runaway itu bisa jadi apapun, dan bisa masuk ke siapapun. Bisa menghubungkan satu orang dengan orang lain. Karena, setiap orang yang sudah memilih untuk Runaway, harus siap nggak bisa kembali ke tempat asalnya lagi. Harus siap berjibaku di tengah medan tempur yang nggak pernah dibayangin sebelumnya. Being a renegade….in the desert storm.
Runaway is a simple concept to understood…tapi sangat bergantung pada kebersihan hati untuk memahaminya. Warna yang dipancarkannya pun akan beda-beda… tapi yang jelas nggak satupun menggambarkan sebuah hidup yang cengeng.
Now…with this song…gw coba hormatin mereka…temen-temen gw di Gudang Sunter itu, buat semangat Runaway mereka yang nggak pernah pudar, untuk selalu berjuang keluar dari batas-batas labirin kemiskinan.
Sebuah komplikasi yang masih sulit gw pahamin. Tapi, toh sekarang gw sedang pegang kemudi ‘pesawat’ mereka ini… yang nggak indah namun cukup untuk sekedar menyalurkan udara untuk bernafas. Apa yang ada dalam otak gw mungkin dah nggak penting lagi now…karena sebuah ‘kemuliaan’ sudah mereka anugerahkan ke gw, untuk duduk di cockpit dan pegang kemudi.
Suatu sore pernah gw tanya mereka,”Mau kemana tujuan kita ?” Mereka ngejawab…
“Bukan kemarin, dan bukan seperti hari ini…yang jelas harus ke arah yang lebih baik….”
Runaway…berat banget tugasnya ya ???
